eteksi Dini Kehamilan Kosong

JAKARTA– Hasil tes kehamilan menunjukkan tanda positif. Anda pun merasa mual, pusing payudara mengeras layaknya wanita hamil. Memasuki minggu ke-8, tiba-tiba dokter memvonis kehamilan tersebut sebagai kehamilan kosong. Bagaimana bisa terjadi?

Pada dasarnya kehamilan kosong atau bligted ovum (BO) adalah kehamilan yang tidak terjadi dengan sempurna karena kelainan kromosom pada sel telur, sel sperma atau keduanya.

Pada kehamilan kosong memang terjadi pertemuan dari sel telur dan sperma hingga terjadi pembelahan. Kemudian, terbentuk plasenta yang berkembang dan membentuk hormon human chrionic gonadtrophin (hcg). Hormon inilah yang memberi sinyal bahwa kehamilan sudah terjadi, dengan tanda positif ketika tes kehamilan serta beragam keluhan dan gejala kehamilan.

Hal itu yang menyebabkan gejala yang dialami wanita mengalami kehamilan kosong sama dengan orang hamil pada umumnya. Ditandai adanya terlambat haid kemudian biasanya juga ibu mengalami mual dan muntah.

Namun pada ibu yang hamil BO, kantung uterus akan berhenti perbesarannya. Pada waktu itu embrio tiada lagi berkembang lalu mati. Kemudian, gugurlah bahan-bahan atau produk kehamilan.

Proses keguguran itu bisa berlangsung berminggu-minggu, dimulai dengan hadirnya bercak-bercak kecoklatan hingga perdarahan dalam jumlah banyak. Tak jarang keguguran berlangsung secara spontan.

Berdasakan penelitian, hamil yang keguguran spontan itu, sekitar 50% merupakan kehamilan blighted ovum. Jadi janin memang tidak berkembang dan mekanisme tubuh secara alami mengeluarkannya,

Dokter ahli spesialis obstetri dan ginekologi Mayo Clinic Rochester, Roger W. Harms MD membenarkan pada kehamilan kosong biasanya ibu merasakan hal yang sama seperti layaknya ibu hamil normal.

Demikian pula ketika tes kehamilan, yang menunjukkan tes kehamilan positif. Alasannya, plasenta menghasilkan hormon kehamilan yaitu human chorionic gonadotropin (hcg).

“Kemudian, ketika plasenta berhenti berkembang dan tingkat hormon menurun, maka gejala tersebut akan hilang. Pada saat itu, kemungkinan akan dirasakan kram pada perut dan flek darah atau pendarahan,” paparnya.

Harms mengungkapkan, blighted ovum atau kehamilan kosong merupakan salah satu penyebab dari keguguran spontan pada kehamilan trisemester pertama.

“Pemeriksaan dengan USG akan menunjukkan kantong kehamilan yang kosong tanpa janin. Biasanya kehamilan kosong disebabkan oleh kelainan kromosom dalam proses pembuahan sel telur dan sel sperma,” ujar Harms yang juga merupakan penulis Mayo Clinic Model of Education.

Memang untuk memastikan kehamilan kosong perlu dilakukan pemeriksaan dengan USG. Jika pada kehamilan normal, denyut jantung janin sudah dapat terdengar pada usia delapan minggu. Sedangkan, embrio seharusnya sudah terlihat pada kantung janin sejak umurnya sekitar enam minggu.

Pada dasarnya kehamilan kosong tidak berdampak pada keselamatan ibu. Bahaya yang harus diwaspadai, terjadinya pendarahan berat pada ibu. Oleh karena itu, ketika kehamilan sudah terdeteksi sebagai BO maka dokter akan segera menindaklanjuti dengan tindakan kuretase.

Untuk pelaksanaan kuretase pada kehamilan kosong tetap harus dilakukan persiapan, seperti melakukan puasa dan cek darah. Namun, jika telah terjadi pendarahan, maka tindakah kuretase harus segera dilakukan. Dikhawatirkan bila perdarahan yang terjadi tergolong berat, maka dapat mengancam jiwa ibu karena kemungkinan kehabisan darah.

Setelah proses keluarnya kantung janin melalui keguguran spontan atau melalui pelaksanaan kuretase, biasanya seorang wanita akan mendapatkan haid kembali 4-6 minggu kemudian. Artinya, siklus masa kesuburan wanita tersebut bisa kembali normal.

Salah satu faktor yang dapat mempertinggi resiko terjadinya kehamilan tanpa janin yang berkembang ini ialah usia dari calon ibu. Pasalnya, kualitas sel telur wanita akan semakin buruk seiring dengan bertambahnya umur.

Kabar baik untuk wanita yang mengalami kehamilan kosong adalah jarang terjadi secara berulang. Memang kehamilan tanpa janin itu biasa dialami wanita pada kehamilan pertamanya. Sehingga, tidak bermasalah jika dia memutuskan untuk segera hamil lagi.

Yang harus diperhatikan adaah unsur psikologis dari calon ibu tersebut. Apalagi berbagai keluhan yang dialami layaknya wanita hamil normal. Seringkali hal itu menimbulkan kekecewaan dan kesedihan yang mendalam.

Sumber : jendelamu.com