Keramahtamahan disertai kebersihan jadi \"roh\" pariwisata era baru

Jakarta, 14/6 (HARIAN MURIA) – Deputi Bidang Ekonomi Digital & Produk Kreatif, Kementerian Pariwisata & Ekonomi Kreatif, Muhammad Neil El Himam mengatakan “roh” berdasarkan wisata era baru merupakan keramahtamahan (hospitality) sekaligus kebersihan yg mengklaim ketenangan konsumen.

 

“Di era pandemi, wisatawan kian peduli dalam kebersihan, kesehatan, keamanan & lingkungan, karenanya hospitality service wajib  disempurnakan menggunakan hygiene, low touch, less crowd solusi buat membuat pelayanan paripurna,” istilah Neil pada webinar, Selasa.

 

Di era pandemi, destinasi & atraksi yg ditawarkan & digandrungi lebih condong pada alam sampai kesehatan. Wisatawan lebih menyukai wisata alam atau pada luar ruangan lantaran selama pandemi lebih tak jarang berada pada pada rumah. Selain itu, konvoi wisatawan antarnegara kian dibatasi & akhirnya turis domestik jadi tumpuan.

 

Dengan adanya preferensi gerak yg rendah, jeda & usang   saat berwisata pun kian pendek. Masyarakat mengurangi gerak lantaran semakin jauh konvoi, makin akbar  potensi penularan COVID-19.

 

Wisatawan cenderung melakukan bepergian pendek. Awalnya, bepergian pesawat dihindari & orang-orang lebih menentukan memakai transportasi darat misalnya kendaraan beroda empat pribadi.

 

Neil jua menyebutkan konsep pariwisata yg digandrungi sesudah pandemi pada mana kebersihan sebagai prioritas & preferensi primer konsumen.

5 Rekomendasi Cafe di Jepara Paling Romantis

“Disiplin protokol kesehatan sebagai indera branding paling ampuh,” katanya.

 

Ketika kerumunan orang kian dihindari, wisatawan akan menentukan loka wisata & atraksi yg jauh berdasarkan keramaian, mampu jadi pada area terpencil. “Kemewahan” baru yg dirasakan wisatawan hadir lewat kesunyian & loka terpencil.

 

“Wellness & mindfulness akan kian dicari pada tengah ketakutan & kecemasan mental dampak pandemi,” katanya.

 

Kontak fisik jua dihindari lantaran jadi asal penularan COVID-19, maka industri pariwisata ikut beradaptasi menggunakan menyediakan layanan tanpa hubungan fisik pada hal berinteraksi.

 

“Digital sebagai solusi ad interim sekaligus selamanya,” istilah dia.

 

Vice President Public Policy and Government Relations, Traveloka, Widya Listyowulan, menambahkan digitalisasi meningkatkan kecepatan pertumbuhan pariwisata menggunakan mendorong transparansi, menaikkan kepercayaan, memudahkan proses pencarian & perbandingan harga.

 

Konsumen mampu mencari warta lebih mudah, menemukan harga yg sesuai, mengatur bepergian lebih mudah & menemukan loka-loka baru. Di sisi lain, industri mampu mengakses pasar baru & menaikkan hubungan menggunakan konsumen lewat media sosial.