Perkembangan Industri Migas Dunia untuk Proyeksi Bisnis ke Depan

Perkembangan industri minyak dan gas (migas) dunia yang benar-benar dinamis menuntut para pelaku bisnis yang bergelut di dalamnya untuk cepat beradaptasi bersama segala perubahan yang terjadi. Tak jikalau bagi Pertamina.

Salah satu langkah mengantisipasi hal tersebut, fungsi Corporate Business Strategic Planning Pertamina menggelar seminar yang menghadirkan praktisi kompeten berasal dari perusahaan konsultan manajemen multinasional McKinsey & Company untuk mengkaji tuntas tantangan yang akan dihadapi oleh para pegiat bisnis energi, sekaligus sadar bagaimana beberapa langkah yang perlu disita untuk hadapi pertumbuhan bisnis migas international yang berjalan waktu ini

Menurut Vice President Corporate Business Strategic Planning Pertamina, Ernie D Ginting, acara ini diselenggarakan sebagai anggota berasal dari update kondisi international energi. “Seperti apa oil price, bagaimana sektor down stream (dan) sektor upstream. Itu akan benar-benar berpengaruh pada trick Pertamina ke depan. Termasuk terhitung dibahas berkenaan isu-isu hangat di bidang energi dunia. Seperti tuntutan dekarbonisasi, kendaraan berbasis listrik (electric vehicle) serta pertumbuhan di sektor petrokimia,” jelasnya waktu berada di area Pertamax, lantai 21, Gedung Utama Kantor Pusat Pertamina menggunakan flow meter.

Ernie berharap, bersama diselenggarakannya aktivitas tersebut bisa menjadi masukan bagi seluruh fungsi yang ada di Pertamina. Sehingga fungsi berasal dari pemaparan yang diberikan pada kesempatan itu tidak cuma dirasakan bagi Pertamina semata, tetapi terhitung bagi kelangsungan dunia energi tanah air yang diperuntukkan bagi hajat hidup penduduk Indonesia ke depannya.

“Kami saat ini sedang menyusun Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP), terhitung tadi kami menyaksikan teman-teman yang ada berasal dari Planning dan Business Development. Harapan kami saat mereka meraih update layaknya ini, pasti saja saat mereka menyusun konsep kerja ke depan mereka akan memikirkan inovasi-inovasi, terhitung opportunity yang lain,” tutup Ernie.