Warga Desa Sumurgeneng Memborong Mobil Secara Bersamaan Usai Terima Uang Ganti Rugi 

Uang Ganti Rugi Cair, Satu Desa Kompak Borong Mobil Baru

Beberapa waktu lalu publik dibuat gempar dengan munculnya aktivitas pembelian mobil secara berjamaah. Hal tersebut dilakukan warga Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban. Beredar sebuah video yang memperlihatkan warga di sebuah desa memborong banyak mobil secara bersamaan viral di media sosial. 

Penasaran kan? Daripada penasaran, simak beberapa Berita viral hari ini :

  • Warga Membeli Mobil Secara Tunai Dari Hasil Menjual Tanah Milik Mereka

Para warga di desa itu membeli mobil secara tunai dari hasil menjual tanah yang mereka miliki untuk pembangunan kilang minyak antara Indonesia dengan Rosneft sebuah perusahaan Rusia. Dari 840 Kepala Keluarga yang ada di Desa Sumurgeneng, setidaknya ada 220 KK yang lahannya dijual karena masuk penetapan lokasi kilang minyak. 

  • PT Pertamina Membeli Tanah Warga Dengan Harga Rp. 600.000 Hingga Rp. 800.000 Per Meter

Tanah warga di Desa Sumurgeneng itu dibeli oleh PT Pertamina dengan harga Rp. Rp. 600.000 hingga Rp. 800.000 per meter. Harga tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan harga tanah pada umumnya di daerah tersebut. Rata rata, setiap warga mendapatkan uang Rp. 8 miliar dari hasil penjualan tanahnya. Bahkan ada warga yang menerima uang Rp. 26 miliar karena memiliki lahan seluas 4 hekter. Dan ada juga warga pemilik lahan di desa tersebut yang menerima uang paling tinggi yaitu sebesar Rp. 38 miliar. 

  • Sebagian Besar Warga Menggunakan Uang Hasil Penjualan Tanahnya Untuk Membeli Mobil

Salah satu warga Desa Sumurgeneng yang menerima uang hasil penjualan tanah ke PT Pertamina yaitu Mulyadi mengungkapkan bahwa dia telah menjual tanahnya yang memiliki luas setengah hektar ke Pertamina. Namun, dia tidak merinci berapa besar perolehan uang yang didapatnya. Dia hanya mengungkapkan akan menggunakan uang tersebut untuk membeli mobil. Rencananya Mulyadi akan menggunakan mobil tersebut untuk aktivitas sehari hari.

Gihanto selaku Kepala Desa Sumurgeneng mengungkapkan bahwa setidaknya sudah ada 176 buah mobil baru yang dibeli warganya. Fakta mencengangkan yaitu hanya sedikit dari mereka yang terpikir menggunakan uangnya untuk usaha. 

Gihanto mengatakan jika sebagian besar warganya menggunakan uang hasil penjualan tanahnya untuk membeli mobil. Hal tersebut membuat Gihanto khawatir, karena tidak banyak warga yang menggunakan uangnya untuk modal usaha. Meski begitu masih ada juga warga yang menggunakan uangnya untuk membeli tanah didaerah lain dan digunakan untuk membangun rumah. 

  • Kapolres Tuban Minta Warga Desa Sumurgeneng Yang Mendadak Menjadi Miliarder Tetap Waspada

AKBP Ruruh Wicaksono selaku Kapolres Tuban meminta warga Desa Sumurgeneng Tuban yang mendadak menjadi miliarder setelah menjual tanahnya ke PT Pertamina, tetap waspada. Hal tersebut bertujuan guna menghindari hal hal yang tidak diinginkan dikemudian hari. 

Dia telah memerintahkan anggotanya untuk intensif patrol di kampung miliarder tersebut supaya lingkungan tetap aman. 

  • Bupati Tuban Meminta Warga Desa Sumurgeneng Bisa Hemat Dan Tidak Konsumtif

Tidak hanya itu, Fathul Huda selaku Bupati Tuban juga meminta warga Desa Sumurgeneng yang telah menerima uang ganti rugi untuk proyek kilang minyak supaya bisa hemat dan tidak konsumtif. Dan menghimbau menggunakan uangnya dengan bijak dan sebaik mungkin. 

H Fathul Huda mengatakan bahwa mereka harus hemat, jangan terlalu terburu buru, lalu menjadi konsumtif yang kemudian membuat uangnya habis. 

Kadek Ambara Jaya selaku Presiden Direktur PT Pertamina Rosneft Pengolahan dan Petrokimia merasa sedih dan prihatin akan fenomena warga desa Sumurgeneng yang beramai ramai memborong mobil tersebut.